.jpeg)
Gesah.co.id - Peringatan Hari Buruh
Internasional atau May Day menjadi momentum sakral bagi pekerja tambang PT Bumi
Suksesindo (PT BSI). Dalam acara seremonial yang digelar di Tujuh Bukit
Auditorium PT BSI, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jumat,
1 Mei 2026, mereka menggaungkan semangat kolaborasi.
Untuk diketahui, peringatan May Day di
tambang emas Gunung Tumpang Pitu bukan hanya diikuti oleh para karyawan saja.
Ikut hadir, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian
Banyuwangi, Wawan Yadmadi, Forpimka Pesanggaran, dan Manajemen PT BSI.
Dengan semangat Hari Buruh Internasional,
Lukman Kadafi juga menyampaikan empat hal penting yang harus diwujudkan oleh
pekerja. Yakni, para pekerja harus semakin dewasa dalam berorganisasi, bisa
mempererat dan memperkuat organisasi, bersinergi dan berkolaborasi untuk
kemajuan bersama, dan menguatkan rasa ikut memiliki (sense of belonging).
“Antara pengusaha dan pekerja saling
memiliki keterikatan dan mempunyai peran masing-masing. Maka dari itu, mari
kita jadikan Hari Buruh tahun ini sebagai titik tolak untuk menjadi pribadi dan
organisasi yang lebih professional,” ungkapnya.
Pernyataan Ketua Serikat Pekerja PT BSI
tersebut diamini oleh manajemen perusahaan. Senior Manager Mining Department PT
BSI, Rudi Fitrianto yang mewakili General Manager of Operations (GMO) PT BSI,
Roelly Fransza menyampaikan rasa bahagia sekaligus bangganya karena May Day di
PT BSI bisa diperingati secara bersama-sama oleh karyawan dan manajemen.
“Ini merupakan sebuah pemandangan yang
sangat indah dalam konteks hubungan industrial. Sesuatu yang layak untuk kita
lestarikan di rumah kita PT Bumi Suksesindo,” ucapnya.
Menurutnya, karyawan dan manajemen yang
mewakili pengusaha jelas berbeda. Namun di tengah perbedaan itu, Rudi
meyakinkan bahwa akan selalu ada hal sama yang bisa dan layak untuk
diperjuangkan bersama.
“Dengan semangat tema May Day tahun ini,
saya berharap kita bisa terus menjaga dan meningkatkan kolaborasi, bukan malah
mempertajam friksi. Dengan kolaborasi, kita punya banyak opsi. Mari jadikan
kolaborasi sebagai misi untuk satu visi: kesejahteraan bersama,” tegas Rudi.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja,
Transmigrasi, dan Perindustrian Banyuwangi Wawan Yadmadi mengingatkan bahwa
pada dasarnya semua yang hadir dalam peringatan May Day PT BSI merupakan buruh.
Perbedaannya terletak pada struktur pekerjaannya saja.
Peringatan Hari Buruh Internasional yang
dilaksanakan oleh PT BSI, menurutnya sangat luar biasa. Menjadi bukti bahwa
perusahaan tidak melupakan kepedulian kepada sesama dan menjunjung tinggi rasa
kemanusiaan, lanjut Wawan, adalah adanya santunan anak yatim dan kaum duafa di
awal acara.
“Terima kasih kepada manajemen dan
rekean-rekan Serikat PT BSI telah melaksanakan peringatan May Day dengan suasa
aman, kondusif, serta lingkungan yang rapi dan bersih,” tuturnya.
Dia menambahkan, tema May Day tahun ini ‘Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja’, selaras dengan tagline Banyuwangi “Tandang Bareng”. Maka, jika terjadi masalah, Wawan mengajak seluruh pihak untuk duduk bersama dan berdialog mencari solusi untuk kebaikan pengusaha dan kemakmuran pekerja.
“Selamat Hari Buruh untuk kita semua semoga
membawa keberkahan bagi lingkungan dan keluarga kita,” tegas Wawan. (*)
