.jpeg)
Sekda Banyuwangi mengungkap kontribusi PT BSI terhadap pembangunan daerah
Gesah.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Banyuwangi, Jawa Timur, terus mendorong optimalisasi kontribusi sektor swasta
dalam percepatan pembangunan wilayah. Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Dr.
Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si, mengungkapkan bagaimana kehadiran
investasi PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut menjadi salah satu motor penggerak
kemajuan daerah di ujung timur Pulau Jawa.
Yayan, sapaan akrab Sekda Banyuwangi
menjelaskan, meski program PPM menyasar seluruh wilayah Banyuwangi, prioritas
utama tetap dialokasikan untuk wilayah ring satu yang meliputi Kecamatan
Pesanggaran, Siliragung, dan Bangorejo.
“Khusus tiga kecamatan, Siliragung,
Bangorejo, dan Pesanggaran itu istimewa. Karena dia mendapatkan CSR yang lebih
dibanding desa-desa yang lainnya,” ujar Yayan, Sabtu (29/8/2026).
Besaran nominal program PPM yang disalurkan
oleh operator tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan
Pesanggaran ini bervariasi setiap tahunnya. Namun, Yayan membeberkan bahwa pada
tahun terakhir, nilai program komitmen sosial tersebut menembus angka Rp52
miliar.
Dia menegaskan, dana PPM tidak dibagikan
dalam bentuk uang tunai, melainkan diwujudkan melalui program riil yang
menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
"PPM bukan dibagikan berbentuk uang.
Tapi dibagikan dalam bentuk program pembangunan infrastruktur, pemberdayaan
ekonomi, dan lainnya. Termasuk dalam bentuk program beasiswa," tambahnya.
Selain program PPM, seluruh kontribusi
finansial resmi dari PT BSI kepada Pemkab Banyuwangi dipastikan masuk ke sistem
keuangan negara secara transparan.
“Tercatat semuanya masuk, itu kas daerah,”
tegas Yayan.
Dana yang masuk ke kas daerah tersebut
kemudian dibelanjakan untuk pembangunan daerah melalui mekanisme pembahasan
bersama antara pihak eksekutif dan DPRD Banyuwangi.
Guna memaksimalkan dan menjaga
keberlanjutan manfaat jangka panjang dari keberadaan tambang emas, Pemkab
Banyuwangi kini melangkah lebih jauh dengan menyusun draf Rancangan Peraturan
Daerah (Raperda) terkait pembentukan Dana Abadi Daerah (DAD).
Dia menyebut, Banyuwangi menjadi salah satu
daerah pionir dalam skema instrumen keuangan ini. Tercatat, hanya ada lima
wilayah di Indonesia yang menjadi pilot project DAD, yaitu Daerah Istimewa
Aceh, DIY, DKI Jakarta, Bojonegoro, dan Banyuwangi.
Yayan memproyeksikan, modal awal DAD ini
akan bersumber dari penjualan saham Pemkab Banyuwangi di tambang emas PT BSI.
Langkah strategis itu diambil sebagai solusi jangka panjang agar kekayaan
daerah tidak menyusut seiring dinamika korporasi di masa depan.
“Saham itu bisa naik turun, bisa dijual
bisa dibeli. Kalau misalnya nanti tambang ini membuka anak usaha baru di tempat
lain, akan semakin kecil komposisi saham Pemkab Banyuwangi,” urainya.
Melalui pembentukan DAD, Pemkab Banyuwangi
ingin mengukir sejarah sekaligus memberikan warisan (legacy) yang kokoh bagi
generasi masa depan Bumi Blambangan. Investasi dana abadi akan tetap eksis dan
memberikan manfaat fiskal yang berkelanjutan bagi daerah.
“Maka dana abadi menjadi solusi bahwa ada
jejaknya, bahwa kita pernah mendapat saham dari tambang emas. Nanti suatu saat
tambang emasnya tutup pun, investasi dana abadi tetap ada. Dan ingat, dananya
utuh, ini yang diambil bunganya (untuk pembangunan),” tandas Sekda Banyuwangi.
(*)
